Sunday, 21 August 2016

Imun Tubuh Meningkat Saat Ia Lebih Hangat

Pernahkah Anda melihat seseorang yang tertutup jalan napasnya saat mengonsumsi makanan yang ternyata alergi bagi dirinya?

Bila Anda pernah melihatnya, lakukanlah penanganan dengan memberikan air hangat pada sebuah botol atau teko dan letakkan pada bagian di mana jalan napasnya tertutup, seketika seseorang itu akan kembali pulih. Mengapa demikian? Karena pada suasana tubuh yang hangat ini sistem imun dapat meningkat dan bekerja dengan baik.  Berikut penjelasannya lebih lanjut :


sesak nafas
Sehatraga.com


Sebelumnya telah kita ketahui bahwa sistem imun merupakan sistem pertahanan tubuh melawan infeksi, toksik, dan penyakit. System imun sendiri dibuat dari jaringan sel, jaringan, dan organ. Sel – sel itu termasuk sel darah putih atau lekosit dan sel darah putih sendiri memiliki dua tipe dasar yaitu fagosit dan limfosit. Di dalam tubuh, limfosit memiliki dua jenis yaitu Limfosit B dan Limfosit T. Nah kembali ke pembahasan di atas, bahwa saat hangat inilah menurut penelitian produksi Limfosit T atau Sel T dapat meningkat hingga 20 kali lipat yang dimana dengan meningkatnya jumlah ini membuat system imun tubuh kita pun meningkat dan bekerja dengan baik.

Semoga bermanfaat info singkat ini.

Salam 

Friday, 12 August 2016

Konsumsi Teh Setelah Makan - makanan Mengandung Zat Besi atau Setelah Makan Utama,Bolehkah???

Pernah atau seringkah Anda konsumsi teh setelah makan - makanan yang mengandung zat besi atau makan utama? Kebiasaan ini tak lepas dari sebagian orang terutama suku tertentu.
Taukah Anda jika hal itu merupakan suatu hal yang tidak baik bagi kesehatan?
konsumsi teh setelah makan
                 Sumber : Google Image


Kebanyakan kita termasuk saya belum mengetahui akan hal itu, bahkan sebagian orang ada yang mengetahui bahwa hal itu merupakan suatu mitos belaka. Tapi, nyatanya hal itu merupakan fakta lho kawan dan mempunyai penjelasan  ilmiah dan bukti yang akurat. Berikut penjelasannya :

Telah kita ketahui bahwa makanan yang mengandung zat besi ada pada menu makanan utama kita yaitu daging, ayam, ikan, telur, sayur- sayuran hijau, dan kacang - kacangan. Berdasarkan sumber ilmiah yang saya baca, setelah kita konsumsi makan - makanan itu lalu konsumsi teh, maka penyerapan zat besi yang ada di dalam makan - makanan tersebut dapat terhambat.
Mengapa demikian? karena teh mengandung suatu zat yang bernama Tanin, nah tanin inilah yang yang membuat zat besi yang ada di dalam makanan terhambat penyerapannya ketika berada di dalam tubuh dengan cara mengikat zat besi tersebut dan tanin merupakan salah satu zat yang telah disebutkan dari berbagai sumber kepustakaan dapat menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh. Dengan kata lain, Tanin memblokir penyerapan zat besi.
Selanjutnya ketika kita sering melakukan hal yang demikian dapat menyebabkan kandungan zat besi di dalam tubuh kita berkurang yang dimana hal ini berindikasi pada suatu penyakit yang bernama Anemia. Pasti kawan juga sudah mengetahui dan sering mendengarnya bukan apa itu Anemia?
Jadi, dapat disimpulkan bahwa perilaku dan kebiasaan tersebut tidak boleh dilakukan.
Eitsss... tapi ada pengecualiaannya. 
Berdasakan sumber yang saya baca, hal itu masih boleh dilakukan asalkan setelahnya tetap langsung konsumsi makanan atau minuman yang mengandung Vitamin C. Karena Vitamin C membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh

Semoga bermanfaat


Sunday, 7 August 2016

Apakah Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) perlu Vitamin C?

Taukah kawan bahwa konsumsi Vit C sangat penting ketika kita mengonsumsi tablet tambah darah.
Ya mungkin bagi kita hal itu merupakan suatu hal yang asing dan membuat kita bertanya - tanya kenapa bisa?gimana caranya?

Saya akan berbagi sedikit. Pertama, kawan tau kan apa itu tablet tambah darah? kalo kawan bingung contohnya seperti sangobion dan lainnya. Nah, kalo menurut Depkes sendiri tablet tambah darah (TTD) adalah besi folat yang setiap tablet mengandung 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat. 

Kenapa sih pembahasan tentang tablet tambah darah perlu kita share? karena pemberian tablet tambah darah penting bagi ibu hamil dan remaja putri.
sumber : pinterest.com

Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil

Pentingnya tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil adalah untuk menurunkan risiko melahirkan prematur serta berat badan bayi yang rendah ketika lahir seperti yang disebutkan oleh koordinator sistem kesehatan untuk program pemberian obat tambah darah pada wanita hamil dari Mikronutrient Initiative, dr Adhi Sanjaya, Msc.

Tidak hanya itu, ibu hamil cenderung mengalami anemia dikarenakan menurunnya hemoglobin (Hb) dalam darah. Hemoglobin memiliki peran penting dalam transportasi oksigen ke dalam jaringan tubuh. Selama kehamilan terjadi peningkatan volume darah, hal inilah yang membuat hemoglobin darah menurun dan terdapatnya janin di dalam perut membuat kebutuhan akan zat besi dalam tubuh meningkat. 
Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Putri

Pentingnya tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri karena pada remaja putri terjadi proses menstruasi di mana proses menstruasi ini menyebabkan kehilangan darah di dalam tubuh dan untuk menggantikannya dengan memberikan suplemen tablet tambah darah.

Tidak hanya itu, pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri juga dikhususkan guna mengurangi risiko terjadinya anemia serta meningkatkan status gizi dan kesehatan.

Banyak yang belum mengetahui bahwasannya dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) dibutuhkan Vit C seperti air jeruk dan lain – lain. Karena tablet tambah darah merupakan besi bentuk Ferro. Dimana Ferro tidak dapat diserap oleh tubuh melainkan besi bentuk Ferri -lah yang dapat diserap oleh tubuh.  

Dalam perjalanannnya, Ferro dapat diubah menjadi Ferri dengan bantuan larutan Vit C. Vit C ini akan mereduksi Ferro menjadi Ferri. Tanpa adanya Vit C ketika mengonsumsi tablet tambah darah, maka zat besi yang ada tidak dapat diserap dengan baik dan akan menyebabkan terbuang bersama feses dengan proses keras dan feses berwarna hitam.

Jadi kawan, dalam hal ini ketika akan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) harus disertai dengan konsumsi Vit C (Tablet tambah darah diminum dengan air jeruk, jus jeruk atau yang lain semisalnya) untuk membantu proses penyerapan zat besi.  


Semoga bermanfaat. 

Friday, 5 August 2016

Jangan Menyia-nyiakan Makananmu Nak!



“Habiskan, jangan menyia-nyiakan makananmu!” Dahulu orang tua saya sering mengatakan demikian. Mungkin Anda juga sama dahulu.

Tak begitu mengerti akan perkataan mereka, saya menurut saja. Bagi otak seorang anak kecil kala itu, menyia-nyiakan makanan berarti engkau menyalakan api kemarahan orang tuamu.

Mengapa? Sebab, semakin mundur zaman, semakin sulit makanan diperoleh. Setidaknya untuk orang tua saya yang hidup setelah masa penjajahan. Apalagi jaman kakek nenek kita. Semakin galak tentunya mereka terhadap makanan. Itu keyakinan saya dahulu setelah beberapa kali mendengar ayah saya bercerita tentang betapa harus bersabarnya ia memakan serangga suatu waktu karena tak ada makanan di rumah. Atau, ia tidak mendapat jatah makanan bila nasi jagung di piringnya jatuh ke lantai tanah.

Kurang lebih dua puluh tahun kemudian, saya menjadi lebih mengerti mengapa membuang-buang makanan adalah perihal yang salah. Juga yang wajib kita ajarkan kepada anak-anak kita. Untuk masa depan kita dan mereka.

Jangan Buang-buang makanan
Dok. Pribadi

Mari kita berbicata data sedikit. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB menyatakan bahwa 1,3 milyar ton makanan disia-siakan di seluruh dunia. Padahal, masih terdapat 800 juta jiwa di seluruh dunia yang menderita kelaparan.

Pertanyaannya, “kemanakah perginya semua makanan tersebut?” Yang, ini sangat miris, sesungguhnya setara dengan sepertiga produksi makanan di seluruh dunia! Anda bisa bayangkan bagaimana keadaan seungguhnya “teman-teman” sajian di meja makanan kita. 

Bila ditelusuri lebih jauh, di negara berkembang, sebagian besar bahan makanan lenyap saat pasca panen diakibatkan kekurangan fasilitas penyimpanan yang memadai, jalan-jalan yang bagus untuk distribusi, dan…alat pembeku. Sedangkan untuk negara maju, makanan disia-siakan lebih banyak di rantai suplai saat pelaku ritel memesan, menyajikan, atau memajang terlalu banyak. Selain itu juga, konsumen di sana mengabaikan sisa makanan di dalam kulkas atau membuang makanan mudah basi sebelum kadaluarsa. Dan yang paling menyedihkan adalah, bahan sayuran dan buah-buahan ditolak di toko karena bentuknya yang ‘jelek’. Jadi, dua jenis negara ini sama saja bermasalahnya. Bagaimana dengan jenis negara ketiga (baca : negara miskin)? Boro-boro makan secara rutin dan bergizi!

Menyia-nyiakan makanan seungguhnya berdampak buruk bagi lingkungan kita. Memproduksi makanan-makanan yang tidak dikonsumsi, sama saja dengan menyia-nyiakan air, pupuk, pestisida, bahan bakar, bibit, waktu, dan lahan yang dibutuhkan untuk menumbuhkannya. Di Planet dengan sumber daya terbatas, dan perkiraan tambahan penduduk sebanyak dua milyar dalam 2050, penyia-nyian ini sungguh mengkhawatirkan bagi masa depan.

Jangan Buang-buang Makanan
Foto Dok. Pribadi


Berbicara tentang memberikan makanan bagi lebih dari sembilan milyar manusia itu artinya kita harus meningkatkan produksi makan minimal sekitar 80 persen. Namun pada kenyataannya, pertanian dianggap sebagai salah satu ancaman nyata terbesar bagi keberlangsungan planet kita. Bila merujuk data-data, bahawa sektor ini bertanggung jawab atas penggunaan 70 persen air bersih, 80 persen penebangan hutan tropis dan subtropis di dunia, dan 30 persen emisi gas rumah kaca dari sisi buatan manusia.

Saya kira kita membutuhkan solusi nyata. Berikut adalah beberapa kiat sederhana yang dapat menjadi solusi. Dimulai dari diri kita dan keluarga. Saya kumpulkan dari berbagai sumber. Dan kami pun maih terus belajar konsisten menjalankannya.

Ambillah makanan di piring Anda dengan porsi seba sedikit. Lebih aman, bila kurang setelah habis di piring silahkan ambil kembali.

Santap makanan sisa di meja makan secara teratur pada satu malam setiap pekan.

Manfaatkan makanan sisa. Membekukan atau mengalengkan/mengemas makanan yang berlebih.Olah buah-buahan yang sudah ‘kurang cantik’ dengan blender, untuk dijadikan minuman.

Usahakan tidak membuang makanan yang dalam pengadaannya menghabiskan banyak air seperti…..daging!

Beli makanan segar di pasar petani lokal.

kala di restoran, bawa pulang siswa makanan Anda.

Mungkin Anda punya kiat lainnya? Silahkan berbagi.


Mari kita didik generasi selanjutnya dan diri kita sendiri untuk tidak menyia-nyiakan makanan.

“Jangan menyia-nyiakan makananmu Nak!”

Semoga bermanfaat.

Maaf bila ada khilaf.

(Diolah dari berbagai sumber)